Jasa Masak & All Event Service

Jasa Masak & All Event Service

Sabtu, 18 April 2015

Yang harus di perhatikan dalam memasak

  Dalam memasak, ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar masakan yang kita hasilkan tidak hanya enak namun juga sehat. Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan itu? Berikut reportase singkat dari saya :
1.Mencuci Bahan Makanan
    Dalam mencuci bahan makanan,utamanya sayur, buah, daging, ikan,dsb, sebaiknya gunakanlah air yang mengalir. Cucilah sayur atau buah tersebut sebanyak 2-3 kali agar pestisida yang terdapat dalam sayur/buah tersebut hilang.
    Memasak Bahan Makanan,Dalam memasak bahan makanan hendaknya kita tidak lupa untuk menutup panci yang kita gunakan.Kenafa? Supaya kandungan vitamin yang terkandung dalam bahan makanan yang kita rebus tidak banyak berkurang akibat proses memasak tersebut. Untuk sayur, sebaiknya kita tidak memasaknya terlalu matang untuk alasan yang sama.
2.Pemberian Bumbu Dasar
    Untuk pemberian bumbu dasar usahakan yg pertama kali di masukkan adalah gula setelah itu baru garam,vitsin dan mrica,kenapa demikian soalnya kalo mungkin garam/vitcin yg di masukan duluan masakan akan terasa asin dan untuk pembenahan rasa sulit tapi kalo gula yg kita dahulukan misal masakan kemanisan atau kurang gurih masih bisa kita benahi,tinggal kita menambah garam atau vitcin sesuai selera,kalo misal ke asinan masakan bisa ditambah air untuk penetralisir rasa.atau dgn cara kita ksh bumbu setelah masakan kita angkat dari atas kompor itu akan membuat masakan lebih berasa, karena jika kita membumbui masakan ketika di atas kompor, garam dan vetsin seperti menguap dan tidak lagi terasa pada masakan, sehingga kita akan lebih banyak menambahkan garam pada masakan kita.
    Yang mana tentu saja hal tersebut tidak baik bagi tubuh kita. Konsumsi garam dan
vetsin sebaiknya memang dibatasi.
3.Penggunaan Minyak Goreng
     Jika kita memasak menggunakan minyak goreg sawit seperti yang banyak beredar di pasaran saat ini,gunakan hanya 2-3x penggorengan saja. Setelah itu buang dan ganti dengan minyak yang baru. Namun jika kita memasak dengan menggunakan minyak goreng kelapa, kita bisa menggunakannya sampai habis,Jangan memasak dgn minya terlalu banya masakan terlalu banyak minyak juga kurang bagus bagi tubuhkita dan berpengaruh pada rasa dan tampilan makanan tersebut.
4.Pembakaran
     Jika kita memasak dengan menggunakan proses membakar, sebaiknya kita melakukannya dengan
kematangan yang secukupnya.Sebelum menghidangkan, sebaiknya bersihkan arang yang menempel pada masakan kita,kalo tidak kita bersihkan berpengaruh jugs pada masakan kita mungkin bisa menjadi pahit Contoh masakan yg di bakar seperti:ayambakar,ikan bakar dll.. Arang bersifat
karsinogenik, sehingga sebisa mungkin harus dihindari demi alasan kesehatan kita.
      
 Demikian tips memasak kita kali ini.Setidaknya, beberapa hal tersebut yang saya jadikan catatan dalam kegiatan memasak saya. Semoga bermanfaat, ya?

5 Metode menggoreng

     Siapa tak suka gorengan? Kita tak bisa menyangkal renyah dan nikmatnya makanan berminyak ini.Menggoreng dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti sauteing, stir frying, pan frying, shallow frying, dan deep frying .Pada dasarnya, menggoreng adalah memasak makanan dalam minyak atau lemak jenis lain. Konon teknik ini berawal dari Mesir kuno, sekitar 2500 SM.                     Berdasarkanjumlahminyak yang dipakai serta tekniknya, ada lima jenis metode menggoreng sebagai berikut:
1. Sauteing
     Sauteing atau tumis menggunakan sedikit minyak dengan suhu tinggi.Panas ditransfer secara konduksi kontak dari panci ke makanan.Makanan yang akan dimasak biasanya dipotong kecil-kecil
terlebih dahulu. Setelah agak kecokelatan, makanan diaduk dengan spatula atau wajan digoncang-goncangkan agar matangnya merata. Sauteing biasanya menggunakan wajan datar.

2. Stir Frying
     Stir frying sedikit mirip sauteing karena menggunakan suhu tinggi,namun minyaknya agak lebih
banyak. Teknik ini banyak digunakan untuk memasak hidangan Cina, yakni menggunakan wajan wok yang sering diguncang-guncangkan.Panas sebagian besar ditransfer ke makanan melalui konduksi cairan.
     Bahan-bahan aromatik dimasukkan terlebih dahulu, baru daging,sayuran, dan bahan cair. Terkadang wajan sedikit dimiringkan agar nyala api membakar minyak atau alkohol dalam makanan.      Air juga bisa ditambahkan setelah makanan ditumis, lalu wajan ditutup agar terjadi proses pengukusan.
3. Pan Frying
    Seperti sauteing, pan frying juga menggunakan sedikit minyak hanya untuk melumasi wajan. Namun,makanan yang dimasak biasanya berukuran lebih besar, sehingga makanan perlu dibalik sesekali agar matangnya merata. Panas ditransfer ke makanan melalui minyak.Contohnya adalah memasak beefsteak atau burger.
4. Shallow Frying
     Shallow frying menggunakan minyak yang tingginya hanya sepertiga atau setengah makanan. Teknik ini biasa digunakan untuk menggoreng daging,ikan, perkedel, dan beberapa jenis gorengan lain secara rumahan.,Minyak yang digunakan biasanya hanya dipakai sekali, lalu dibuang.Seringkali makanannya dilapisi tepung terlebih dahulu. Hasilnya menjadi kecokelatan dan perlu dibalik-balik agar makanan matang merata.

5. Deep Frying
     Di antara kelima metode tersebut,deep frying menggunakan minyak paling banyak. Makanan sampai terendam dalam minyak panas.Meski bisa juga dilakukan di wajan biasa, deep frying biasanya dilakukan dengan alat bernama deep fryer yang memiliki keranjang peniris dan pengatur suhu.
     Makanan yang dimasak dengan teknik deep frying biasanya dilapisi dulu dengan tepung atau adonan tepung. Tujuannya untuk melindungi dan mengunci kelembapan alaminya. Contohnya adalah fried chicken dan french fries. Biasanya,minyak digunakan berkali-kali.

Mengoreng kakap dengan 2 wajan,dan minyak yg banyak
Add caption
Untuk hasil yg maksimal..

Seorang chef/cook

   Yang di maksud Chef atau Cook, Menurut pengertian saya 'koki' dan'tukang masak', atau yg lbih populer dalam bahasa Inggrisnya chef dan cook perbedaan mereka;.

   Apakah seorang chef harus memiliki pendidikan yang 'linier'? Apakah seorang chef hanya perlu menjadi ahli memasak dan mencipta makanan? Lantas bedanya dengan cook yang bisa mencipta masakan apa?Oke, aku akan memulainya dari etimologi chef itu sendiri. Berdasar arti katanya, chef berasal dari bahasa Perancis yang berarti kepala(chief ). Ini merupakan kependekan
dari kata chef de cuisine , atau kepala dapur.
    Profesi chef ini sendiri sebenarnya baru muncul pada akhir abad ke-19.Sebelumnya, para chef ini disebut sebagai cook atau master of cook .

    Kemudian Auguste Escoffier menciptakan pengorganisasian dan hierarki pekerjaan di dapur. Hasilnya adalah ' Kitchen Brigade' yang membuat pekerjaan di dapur lebih sistematis. 'Kitchen brigade' ini menerapkan sistem chain of command di militer, di mana perintah diterapkan dari atas ke
bawah dan chef de cuisine adalah Jendral-nya.
     Karena itu, hirarki jelas ada.Sejak itu, posisi chef muncul.Menurut buku " Cuisine and Culture:
A History of Food and People ", chef bertanggungjawab atas keseluruhan
produksi makanan. Dia harus merencanakan menu makanan,memutuskan kebutuhan yang harus
dibeli, hingga ke membuat jadwal kerja dan SOP suatu masakan.
 
      Di bawah chef, ada yang namanya sous chef . Dia bertugas mengawasi dapur dan pekerja yang lain. Sous chef ini membantu chef de cuisine ,terutama dalam hal pengorganisasian karena tugas chef
de cuisine sendiri sifatnya lebih administratif dan kreatif.Sous chef membawahi beberapa
station chef atau chef de partie.Mereka ini bertanggung jawab atas satu wilayah produksi makanan.
     Misalnya koki untuk ikan atau sayur.Mereka juga memiliki 'chain of command'-nya sendiri dengan bantuan cook yang juga memiliki peringkat.

     Tak jarang, chef de partie memiliki asisten yang disebut sebagai commis. Biasanya para commis ini adalah para koki pemula yang baru selesai dari sekolah kuliner dan sedang belajar untuk menjadi koki.Di luar itu, masih ada tourant ( swing cook) yang siap mengisi kekurangan apabila dibutuhkan.        Terakhir, ada Aboyer yang bertugas atau menyampaikan pesanan ke dapur dan menata hidangan di baki untuk kemudian dihidangkan melalui server. Di bagian akhir ini, sebelum makanan terhidang di baki, chef de cuisine atau sous chef akan menata di piring sambil melakukan ' quality control' untuk memastikan semuanya sudah sempurna.
     Sementara, tukang masak sendiri bisa diartikan sebagai orang yang pekerjaannya memasak dan
tanggung jawabnya hanya berkisar pada proses memasak itu sendiri.Dari sisi tanggung jawab, sudah
jelas letak perbedaannya.Alhasil, seorang chef nggak pas lagi jika diartikan secara sederhana sebagai orang yang memasak secara profesional untuk orang lain. Menjadi seorang koki nggak bisa hanya bergantung pada keahlian memasak semata. Seorang koki diharapkan dapat memimpin bawahannya dan menyusun 'strategi' produksi makanan di dapurnya, serta terlatih dan profesional menguasai segala seluk-beluk persiapan makanan.
      Dan ini dibutuhkan tahunan pengalaman."Saya menjadi koki setelah 15 tahun bekerja,"di beberapa restoran ,catring,hotel yg ada di Surabaya Tak hanya itu, koki juga dituntut untuk menjadi kreatif dalam memasak dan menciptakan hidangan-hidangan baru yang unik dan lezat. Bagiku, seorang koki yang nggak bisa menciptakan hidangan baru berarti nggak bisa memanfaatkan dan menerapkan semua ilmu kulinernya dengan baik.seorang cook atau chef di tuntut tidak hanya bisa memasak saja tapi harus pandai meng hitung cost control&rugi laba,membikin menu beserta setsndart recep..
     Chef de Cuisine berperan lebih keadministrasi. tidak berperan aktif secara operasional. Untuk itu Chefde cuisine hanya berperan ke operasional jika keadaan dan situasitidak menentu atau dalam keadaanramai. ataupun DANGER.
     Tugas dan tanggung jawab dari Chef de Cuisine Mengelola di dapuryang menjaditanggung jawabnya Menyusun yang baru,maupun yang lama Membuat permintaan/order bahan-bahan keperluan dapur Membuat forecasting dalam hal budget Membuat catatan- catatan mengenai informasi yang telah di dapat dari tamuu tentang complaint maupun saran untuk perusahaan tersebut.
     Serta memberikan brefing ke anak buahnya.Mempertahankan food cost ada pada kisaran budget yang sudah ditetapkan atau yang di targetkan.Mengawasi semua kegiatan mulai dari penerimaan barang penyimpanan, pengeluaran,pengolahan,penyajian, kebersihan dapur,kerapuhan dapur, agar dapur berjalan dengan efektif dan efisien.
    
      Segala kegiatan yang menghamburkan bahan dan waktu dihilangkan.Membina hubungan baik antara karyawan atau staff yang ada di perusahaan tersebut dan departement yang lainya.

       Peranan dari seorang supervisior Kepemimpinan Situasional Level Pengembangan Anak Buah umtuk memberikan motivasi Gaya Kepemimpinan pada Setiap level perusahaan.Implementasi Konsep dalam Pekerjaan Sehari-hari pada saat operasional maupun non operasional.Fungsi dari sepervisior :
1. Membuat program yang baru maupun mengembangkan program yang sudah ada.
2. Memantau kegitan yang ada di areanya.
3. Memilih inovasi yang baru untuk memajukan perusahaan tersebutlebih maju.

Add caption
Add caption

Tehnik memotong bahan makanan

     Ada tigateknik dasar dalam memotong atau ada tiga cara dasar dalam memotong bahan makanan. Dalam hal ini perlu diperhatikan agar dapat menghemat waktu memasak dan juga memberikan keamanan pada foodlovers dalam memotong sehingga tidak terjadi‘pertumpahan darah’ di dapur. Ha…ha…ha… Ketiga teknik tersebut yaitu:
1. Tap Chop (hentak)
2. Row Chop (dayung)
3. Cross Chop (silang)

   
      Berikut adalah cara dasar memegang bahan dasarnya sebelum dipotong,peganglah bahan menggunakan seluruh jari kecuali ibu jari dalam posisi sedikit membengkok sehingga ruas kedua setiap jari yang menonjol dan sejajar dengan pisau, sedangkan ibu jari memegang ujung dari bahan.
     Pisau melewati ruas jari kedua sehingga tidak terjadi kesalahan dalam memotong.

1. Tap Chop
     Teknik memotong yang tampaknya sering kita lakukan namun tidak kita sadari, teknik ini sering digunakan dalam pengirisan bahan makanan seperti bawang, mentimun, paprika,dll. Teknik ini dilakukan dengan menghentakkan pisau naik turun tanpa ada bagian pisau yang menempel pada papan potong, namun tetap sejajar dengan ruas jari kedua, dan perlu diperhatikan bahwa ujung jari wajib dibengkokkan ke dalam agar tidak terpotong, sehingga ruas jari kedua menjadi pengendali arah pisau memotong. Semakin sering dilatih, maka semakin mudah kita memotong,bahkan bisa dilakukan tanpa perlu melihat bahan lagi.
2. Row Chop
Teknik ini sering digunakan untuk memotong bahan yang sedikit keras,dan bagian ujung pisau senantiasa menyentuh papan potong sehingga gerakannya seperti mendayung mengikuti bentuk pisau. Cara memegang komposisi tetap sama namun gerakan mendayungnya yang berbeda, dan dengan teknik ini maka suara pukulan antara pisau dan papan potong tereliminasi cukup banyak.
Dalam teknik ini, tangan yang memegang bahan masih dengan posisi yang sama dengan yang di atas.

3. Cross Chop

     Teknik ini biasanya digunakan untuk mencincang, misalnya mencincang bawang, daging, dll. Gerakannya adalah tangan kiri (untuk orang normal) di atas bagian tumpul pisau, tangan kanan menggerakkan pisau naik turun mengikuti bentuk pisau dan mengarah setengah lingkaran sehingga menyilangi bahan yang sedang dicincang, Semakin rapat putarannya, semakin halus pula bahan yang dicincang.selamat mencoba Adapun beberapa Macam-macam Potongan Sayuran,Potongan sayuran  yang digunakan pada masakan kontinental sangat beragam tergantung pada penggunaannya untuk hidangan apa,misalnya digunakan untuk sup, saus,salad atau pelengkap hidangan utama.
     
     Beberapa jenis/bentuk potongan sayuran tersebut adalah :
1. Allumettes atau Machestik,
memotong dengan ukuran 6,4 cm x3,2 cm x 3,2 cm
2. Batonnet, 
memotong dengan ukuran 6 mm x 6 mm x 6,4 mm s d 7,6 mm.
3. Choped, memotong secara
sembarangan dalam ukuran dan potongannya
4. Concasser atau Con-Cass-Seer,
memotong secara chop tetapi lebih kasar dalam ukuran dan potongannya
5. Cube,
Memotong dalam bentuk dadu ukuran 12 mm x 12 mm x 25mm
6. Emincer atau Em-man-sry,
memotong hingga menjadi potongan yang sangat tipis.
7. Fine Brunoise,
memotong dengan
ukuran 1,6 mm x 1,6 mm x 1,6 mm.
8. Frite,
memotong dengan ukuran 8– 12 mm x 7,6 cm sisi persegi
9. Juliene,
memotong dengan ukuran 3,2 mm x 3,2 mm x 3,2 mm
10. Large Dice,
memotong dengan ukuran 2 cm x 2 cm x 2 cm
11. Medium Dice
memotong dengan ukuran 12 mm x 12 m m x 12 mm
12. Mince,
memotong secara chop tetapi dalam potongan yang lebih baik dan teratur
13. Poille,
memotong dengan ukuran 5 cm x 1,6 cm x 1,6 cm
14. Pont Neuf,
memotong dengan ukuran 7,4 cmx2 cmx 2 cm
15. Regular Brunoise atau Broon Wahz,
memotong dengan ukuran 3,2mm x 3,2 mm x 3,2 mm
16. Shred,
memotong dengan bentuk panjang dan tipis, potongan dapat juga dilakukan dengan parutan keju
dan potongan kasar
17. Slice,
memotong dengan potongan melintang atau miring dan harus rata
18. Sliver atau kerat,
memotong atau membelah bahan makanan denagan bentuk panjang, potongan sangat tipis, juliene merupakan potongan sliver yang besar.
19. Small Dice,
memotong dengan ukuran 6 mmx6mmx6 mm
20. Wedge,
memotong buah, daging atau sayuran dalam bentuk segitiga.

6 Tehnik dalam memasak yang harus di perhatikan

   Bagi yang tidak bisa memasak tapi ingin sekali bisa memasak, ada 6 tehnik dasar memasak yang bisa Anda pelajari,Keenam tehnik dasar memasak itu adalah:
1. Cara memotong.
   Cara memotong bahan makanan tidak hanya dilihat berdasarkan tehnik memotong saja, tapi juga
bagaimana Anda memegang pisau yang tepat, tehnik memotong yang benar adalah bermula dari ujung menuju (berayun) ke pangkal pisau.
    Seringkali orang memotong bahan makanan dari atas ke bawah. "Itu sebenarnya tidak cukup aman,
jari bisa terpotong. Selain itu, bisa menyebabkan pisau dan talenan cepat rusak,
2. Cara menyimpan bahanmakanan.
    Simpan setiap bahan makanan pada tempatnya, sesuai dengan jenisnya. Misalnya, ayam disimpan
di freezer, dan sebagainya. Saat menyimpan bahan makanan pun Anda harus memerhatikan wadah
dan kebersihannya agar makanan bisa tetap awet dan jauh dari bakteri.
3. Cara mengolah bahan makanan.
     Pelajari tehnik-tehnik pengolahan makanan, seperti menggoreng,merebus,mengungkap,membakar, dan lain sebagainya.
4. Bereksperimen pada bumbu dan rempah.
     Mengenali karakter masing-masing bumbu dan rempah sangatlah penting. Hal ini juga yang membantu Anda dalam menentukan bumbu dan rempah pada setiap masakan, juga membedakan bumbu yang satu dengan lainnya. Misalnya, bumbu kuning, bumbu merah, bumbu putih, dan sebagainya.
5. Pelajari resep.
     Jika Anda tidak mengetahui banyak hal mengenai resep,jangan khawatir. Anda bisa mendapatkannya dengan mudah melalui berbagai cara. Salah satunya dari internet dan buku-
buku masak.
6. Kebersihan.
     Selalu perhatikan kebersihan tangan dan semua peralatan memasak Anda. Makanan yang sehat tidak hanya lezat, tapi juga bersih.


Jumat, 17 April 2015

Tips Memasak Untuk Pemula


     Memasak tidak hanya menjadi kegiatan sehari-hari, pun memasak menjadi hobi tersendiri untuk
sebagian orang. Tak hanya kaum wanita, memasak mulai digemari kaum pria. Tak cukup skill, butuh tips untuk belajar memasak bagi Anda pemula.
   Terkadang, rasa takut untuk mencoba jadi kendala bagi para pemula untuk belajar memasak. Melihat buku panduan memasak bisa jadi cara yang paling banyak orang lakukan.   Tanpa memerhatikan apa yang harus disiapkan, masakan bisa tak enak, dan resikonya adalah gagal.

     Berikut adalah tips bagi Anda para pemula yang mau belajar masak:


1. Jangan takut salah rasa
     Takut keasinan, khawatir terlalu pahit,gelisah terlalu manis, dan lain sebagainya. Bumbu yang akan Anda gunakan menjadi sangat penting untuk Anda ketahui dan takarannya, tapi jika terlalu takut mencoba Anda akan selamanya tak tahu berapa takaran garam, gula, lada, dan lain-lainnya untuk suatu masakan tertentu.

2. Bahan yang segar
      Pilih semua bahan yang masih segar,seperti buah-buahan, sayuran, dan semua bahan masakan yang dibutuhkan. Rasa yang akan diperoleh dari bahan-bahan yang buruk akan sangat mempengaruhi kualitas dari makanan yang akan Anda sajikan.

3. Pakai alat yang baik
      Tak mesti, tapi untuk lebih memudahkan Anda belajar masak memasak ada baiknya Anda menggunakan peralatan masak yang memenuhi standar. Selain lebih mudah dan terjamin serta aman digunakan, pun akan mempengaruhi hasil olahan makanan.

4. Perbanyak bumbu, tapi sesuai kebutuhan
     Jangan pernah mengirit bumbu.Memulai belajar masak untuk masakan tertentu juga harus dilakukan persiapan bumbu dapur yang lengkap.Jika perlu, mulailah bereksperimen mencampur bumbu-bumbu dapur, tapi tetap memerhatikan makanan yang Anda buat agar tidak kelebihan.Rutin, dan jangan satu kali mencoba!Yuuukkk belajar masak buat para pemula... kita belajar bersama....ok..??